SINABUNG MELETUS : Empati hampa di tempat tertutup

Oleh. Ananta Politan Bangun*

Mengapa Pemkab Karo menutupi keadaan yang sebenarnya pada Presiden SBY? Mengapa juga pengabaian akan kondisi ekologi sekitar gunung Sinabung belum diungkit?

Gunung Sinabung. (KAROPress/Adhif)

Dalam interaksi sehari-hari saya dengan keluarga maupun dengan teman sesama suku Karo, maupun yang fasih berbahasa daerah ini, ada satu petuah yang kerap diujarkan dalam lingkup perbincangan resmi maupun tidak. Uniknya, nasihat itu sendiri hampir mendekati wujud adagium (pribahasa atau pepatah-adm), yakni: Ula kataken si tuhuna, tapi kataken lah si tengtengna.

Hasil alih bahasa yang mungkin bisa berterima khalayak berbahasa Indonesia adalah janganlah mengungkap fakta/hal sebenarnya, namun sampaikanlah yang mengena di hati orang. Read more of this post

Advertisements

SINABUNG MELETUS : Menimbang kapasitas vs mabuk informasi

Oleh. Ananta Politan Bangun*

Implikasinya, para penduduk setempat terpaksa memakai kembali label pengungsi, dan dengan panik melarikan diri tak sampai sehari setelah mereka diantar pulang.

Letusan ketiga Gunung Sinabung, Senin (30/08/2010). (KAROPress/Adhif)

Pasca letusan kedua gunung Sinabung, pada Minggu (30/8), salah satu stasiun televisi swasta melaporkan satu liputan yang mencengangkan. Bisa disebut membuat geleng-geleng kepala, bila melihat fakta sesudahnya. Dalam wawancara langsung tersebut, kepala daerah Tanah Karo, DDS, menganjurkan warganya untuk kembali ke kediamannya masing-masing.

Beliau menilai situasi di sekitar gunung Sinabung telah aman. Alasannya? Read more of this post