Kapolda : Ipda Oscar sudah dihukum

Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. (KAROPress/Abdullah Lathif Manjorang)

Kabanjahe (KAROPress)

Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro menegaskan tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum perwira, Kanit Ops Ipda Oscar terhadap warga Berlin Sinuhaji (37) warga Berastagi yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kecamatan Kabanjahe, tidak dapat ditolerir lagi.

“Kejadian yang menyangkut Ipda Oscar telah ditangani dan ia telah menjalani pemeriksaan Propam Poldasu. Ia telah disidang dan tindakan pertama dikenakan hukuman penundaan kenaikan pangkat. Sudah dihukum disiplin dan itu salah satu tindakan keras dan tertulis. Itu tercatat meski dia sampai jenderal nanti,” ujar Kapoldasu saat ditanyai disela-sela kunjungan kerjanya di Mapolres Tanah Karo di Kabanjahe, Jum’at (27/05/2011).

Selain dihukum penundaan kenaikan pangkat, Ipda Oscar juga akan terus diawasi selama melaksanakan tugas dalam tempo enam bulan ini. “Saya akan tetap menindak anak buah yang tidak benar akan menindak tegas oknum kepolisian yang melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap masyarakat apabila melakukan kesalahan, apalagi berkenaan dengan tindak pidana umum,” katanya.

Menurutnya, apabila personil kepolisian melakukan pelanggaran disiplin akan dikenakan sidang disiplin. Kalau menyangkut tugas pokok profesionalisme, ada namanya sidang kode etik profesi. “Sebagai contoh yang paling gampang ada masyarakat datang melapor ke institusi polisi, namun tidak diterima. Ini bisa kita kenakan oknum polisi itu tidak profesional dan kita kenakan sidang kode etik profesi,” tukasnya.

Lebih lanjut dikatakan, apabila oknum aparat kepolisian itu melakukan kesalahan hukum pidana dan ditemukan tindak pidananya seperti menganiaya dan memukul orang hingga mati akan diajukan ke peradilan umum.

“Setelah sidang pengadilan dan ada keputusan hukum tetap dan ancamannya dihukum 23 bulan sudah boleh diajukan kode etik profesi dan dapat dikenakan dua sanksi yakni pemberhentian tidak hormat atau dengan hormat,” ungkapnya

Sebelumnya, Berlin Sinuhaji, pemilik Kafe Jenni di Jalan Jamin Ginting Kabanjahe, kepada Waspada Online, mengaku dianaya oleh Ipda Oscar. Kejadian itu berawal saat tim dari Polres Tanah Karo melakukan razia di kafe miliknya, Sabtu (14/5) sekitar Pukul 01.00 WIB. Saat itu, ia meminta surat tugas pelaksanaan razia kepada petugas.

“Tapi nggak ada yang menjawab. Setelah itu mereka pergi sebentar. Tak lama kemudian, mereka kembali meminta izin kafe dan bertanya tentang KTP anggota saya. Polisi langsung bertanya tentang KTP anggota saya. Saya tidak tahu mereka punya KTP atau tidak, tapi sepuluh orang anggota saya dibawa,” ujarnya.

Kemudian, Minggu (15/05/2011) pagi, Berlin menuju Mapolres Tanah Karo untuk mempertanyakan perihal penangkapan karyawannya. Namun, ia diarahkan kepada Kasat Reskrim AKP Harry Azhar. Usai makan siang, ia pun menemui Kasat Reskrim ke rumah dinasnya di Jalan Bhayangkara, Kabanjahe.

Setelah permisi kepada petugas piket dan beberapa saat menunggu, ia pun bertemu dengan Kasat Reskrim AKP Harry Azhar. Kasat Reskrim sendiri sempat bertanya kenapa rumahnya didatangi Berlin dan rekan-rekannya. Setelah dijelaskan, ia meminta agar rekan-rekan Berlin diminta meninggalkan kediamannya dan berbicara empat mata.

“Pembicaraan kami sebenarnya sudah enak dan mulai menemui jalan tengah. Kira-kira hampir satu jam kami bicara, datang (Kanit Opsnal Polres Tanah Karo) Oscar dan anggotanya. Ia menanyakan maksud kedatangan saya dan meminta saya berdiri. Disitulah saya langsung dipukuli ramai-ramai. Disebelah kiri saya Kasat. Entah ada niat bagus untuk melerai, saya tidak tahu. Tapi ada kata-kata Kasat untuk melerai,” katanya.

Kemudian, Oscar selanjutnya mengambil baret PPM milik Berlin dan membuangnya. “Ini apa ini baret PPM. Kau bawa nama ormas disini. Saya sudah sering masuk asrama. Kamu mau TNI, mau apa, saya tidak takut,” ujar Ipda Oscar seperti ditirukan Berlin.

Selanjutnya, Berlin menuju Rumah Sakit Flora untuk mengobati lukanya dan kembali menuju kafenya. Tiba-tiba datang dua mobil dan satu sepeda motor dan berlin pun kembali dikeroyok didepan umum karena kebetulan posisi kafenya berada di depan sebuah SPBU.

“Mungkin saya dibuntuti. Datang dua mobil satu sepeda motor. Satu mobil sedan, satu lagi mobil B 88 OSC, yang itu semuanya Reserse. Saya dikeroyok dua orang didepan umum, juga oleh Oscar dan seorang anggotanya didepan Kasat. Anggota saya juga ada dua orang yang melihat,” pungkasnya. (kp/adm)

 ABDULLAH LATHIF MANJORANG

One Response to Kapolda : Ipda Oscar sudah dihukum

  1. pekong says:

    mantab tuh pak kapolda.. emang kalo polisi harusnya bersahaja di tengah masyarakat.. bukan kkek kelakuan ipda oscir itu tuh… mentang mentang perwira sok sok an banget….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: