Bayar Rp. 60 juta untuk jadi karyawan PDAM Tirta Malem Kabanjahe

Kantor PDAM Tirta Malem Kabanjahe. (KAROPress/adhif)

Kabanjahe (KAROPress)

Pengangkatan sekitar 269 karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem Kabanjahe dituding sarat dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Setiap orang yang ingin menjadi karyawan, cukup memiliki kenalan dan membayar Rp. 50 juta s/d Rp. 60 juta akan otomatis diterima tanpa melalui tahapan atau serangkaian ujian.

Sekarang, sudah 269 orang yang diangkat menjadi karyawan melalui cara itu, yang katanya titipan pejabat dan memiliki hubungan dengan direksi. Pengangkatan karyawan masih berjalan sampai saat ini, ujar sejumlah karyawan senior PDAM Tirta Malem Kabanjahe, kepada KAROPress di Kabanjahe, Rabu (23/03/2011).

Selain melanggar UU Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 2009 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan pihak pidana korupsi (menyangkut orang banyak), cara tersebut juga bertentangan dengan keputusan Mendagri No. 34 tahun 2000 tentang Pedoman Kepegawaian Perusahaan Air Minum.

Kenyataan ini berdampak pada gaji karyawan perusahaan berbentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD ) tersebut. Hingga saat ini, mereka telah hampir tiga bulan tidak menerima gaji lantaran pendapatan yang diterima oleh perusahaan tidak cukup menutupi pengeluaran perusahaan.

Sumber merinci, pada tahun 2006 lalu, karyawan tetap PDAM Tirta Malem berjumlah 112 orang dengan gaji total Rp. 109.926.845,- ditambah pengeluaran untuk rekening listrik Rp. 84.464.475,- diimbangi dengan pendapatan peusahaan Rp. 294.670.600,-

Sementara, sekarang jumlah karyawan sudah berlipat menjadi 372 orang dan diperkirakan masih akan terus bertambah karena kami dengar beberapa orang telah menjadi waiting list, ujarnya.

Dikatakannya, pada bulan Januari 2011, sebanyak 124 karyawan belum menerima gaji, sedangkan bulan Februari seluruh karyawan belum menerima gaji yang nilainya mencapai Rp. 705.400.125,- yang mengakibatkan keresahan bagi karyawan.

Pengeluaran itu belum lagi ditambah tuggakan listrik sebanyak Rp. 360.000.000,- yang apabila tidak dibayar pada bulan ini, maka sambungan listrik akan diputuskan. Ini juga membuat listrik di sumber mata air padam, yang berakibat distribusi air di Kabanjahe akan lumpuh total, tukasnya.

Direktur Utama PDAM Tirta Malem Kabanjahe, Antoni Sembiring, yang coba dikonfirmasi KAROPress di ruangannya tidak diberada ditempat. Menurut karyawannya, ia kerap kali tidak masuk kantor, bahkan hingga berbulan-bulan.

Sementara, Direktur Umum, Esra Tarigan juga sedang berada diluar kantor. Saat coba dihubungi, ponselnya dalam keadaan tidak aktif. (kp/reg)

3 Responses to Bayar Rp. 60 juta untuk jadi karyawan PDAM Tirta Malem Kabanjahe

  1. Anonymous says:

    sok tau kau semua

  2. edu says:

    mana klanjutan na ni…..
    masa gitu2 saja

  3. robby darwis says:

    dah ganti ja kepala atau pegawai yang nakal……………………
    sampai kapan begini terus……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: