Pendemo hanya ingin ketemu ketua KPUD Karo

BENTROK : Seribuan massa bentrok dengan aparat kepolisian di jalan Jamin Ginting, persisnya di depan Hotel Green garden Berastagi. (KAROPress/Adhif)

BERASTAGI (KAROPress)

Insiden berdarah yang menyebabkan 15 orang terluka parah terjadi disela-sela rekapitulasi suara yang digelar KPUD Karo di Hotel Green Garden Berastagi, Senin (01/11/2010). Ternyata, peristiwa itu berawal karena keinginan pendemo yang tak terpenuhi, bertemu Ketua KPUD , Benyamin Pinem dan Kapolres Karo, AKBP Agung Prasetyoko.

Saat itu, massa mendesak agar dipertemukan dengan Ketua KPUD Karo Benyamin Pinem dan Kapolres Karo AKBP Agung Prasetyoko untuk meminta penjelasan perihal banyaknya pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan oleh jajaran KPUD di tingkat PPK dan PPS.

Pasalnya, warga yang tergabung dalam Rakyat Pro Demokrasi ini ingin meminta kejelasan soal kelanjutan penanganan kasus dugaan tindak pidana Pilkada yang telah dilimpahkan Panwaslu ke Polres Karo, diantaranya money politic, pencoblosan ganda, termasuk seorang pelajar SMP yang mencoblos lima kali.

Namun, setelah ditunggu 20 menit, Kapolres dan Ketua KPUD Karo tidak memberikan penjelasan sama sekali. Bahkan, keinginan orator yang disampaikan berulang kali melalui pengeras suara agar Kapolres Karo langsung berdialog dengan massa , tidak terpenuhi.

Merasa tidak digubris, massa menerobos barisan aparat kepolisian yang berlapis. Aksi lempar batu langsung terjadi, yang menyebabkan rusaknya Hotel Green Garden . Hal itu tidak berlangsung lama karena koordinator massa dapat menenangkan pengunjuk rasa.

Setelah berjam-jam menunggu, KPUD dan Kapolres Karo tetap juga tak terpenuhi. Puncaknya, sekitar pukul 14.15 WIB, ribuan massa kembali mencoba menerobos barisan aparat kepolisian yang terdiri personil Polres Tanah Karo dan Brimob Poldasu.

Bentrok fisik antara kedua belah pihak tidak dapat dihindari lagi. Saling lempar batu antara massa dan polisi membuat suasana semakin kacau. Petugas yang berada di halaman Hotel Green Garden secara bertubi-tubi membalas lemparan warga.

Aparat kepolisian yang berjumlah ratusan orang menjadi beringas dan menyerang massa yang berada di luar pagar. Sebagian warga yang kebetulan hanya melihat peristiwa ini juga menjadi korban. Warga yang berada di rumah sekitar Hotel Green Garden pun turut diseret dan dipukuli secara beramai-ramai oleh aparat kepolisian.

Sementara, di sudut lain, ratusan massa yang diduga mahasiswa yang berasal dari Medan dan mencoba bergabung, diblokir oleh puluhan aparat kepolisian untuk mencegah konsentrasi massa di depan Hotel Green Garden tempat berlangsungnya perhitungan rekapitulasi suara tingkat Kabupaten Karo.

Letusan senjata api ditembakkan ke udara dan gas air mata turut ditembakkan oleh aparat kepolisian untuk membubarkan massa . Akibat saling lempar batu aparat kepolisian yang berjumlah ratusan orang menjadi beringas dan menyerang massa yang berada di luar pagar dan sepanjang jalan raya.

Pasca peristiwa ini, 15 orang pengunjuk rasa harus mendapatkan perawatan secara intensif di RSU Kabanjahe, seorang diantaranya, Harat Sembiring, warga Desa Sukajulu Kecamatan Barusjahe mengalami kerusakan pada mata. Sementara, kepolisian juga mengamankan 15 orang pengunjuk rasa. (kp/adm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: