Baterai seismograph Sinabung dicuri

Kabanjahe (KAROPress)

Perlakuan kedua warga desa Suka Meriah kecamatan Payung kabupaten Karo ini sungguh membuat warga kesal. Pasalnya, disaat Gunung Sinabung sedang dimasa rawan-rawannya yang membutuhkan pantauan secara intensif melalui seismograph, keduanya justru mencuri baterai alat pendeteksi gempa tersebut.

Untungnya, kedua tersangka, masing-masing berinisial KS (35) dan JS (50), yang mencuri baterai alat pendeteksi gempa (seismograph) itu berhasil diciduk kepolisian, sehingga alat itu bisa kembali beroperasi secara normal. Selain itu, penadahnya yang berinisial DP (37), warga desa Perbaji Kecamatan Payung, ikut digiring petugas.

Aksi pencurian ini pun mengundang keprihatinan dari Kapolres Tanah Karo, AKBP Agung Prasetyoko. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh warga itu harusnya tidak boleh terjadi jika tersangka bisa memahami dampak tindakan mereka.

Kejadian itu jangan lagi pernah terjadi, malu kita pada dunia luar, ujar Kapolres di Kabanjahe, Selasa (28/09/2010).

Informasi dihimpun KAROPress, kedua tersangka, KS dan JS, nekad mencuri baterai seismograph tersebut pada Minggu ( 26/9) sekira pukul 09.30 WIB dari lokasi pemasangan alat vital itu di areal Perladangan Gerek Binbin desa Suka Meriah kecamatan Payung.

Mereka mengaku nekad melakukan itu lantaran tergiur keuntungan yang akan mereka peroleh saat menjual alat tersebut. Usai mencurinya, keduanya pun menjualnya kepada penadah, DP seharga Rp. 150 ribu.

Mendapat kabar pencurian itu, Kapolsek Payung, AKP E Situmorang, beserta anggotanya langsung melakukan penyidikan dan pengejaran. Petugas berhasil menciduk keduanya di Jambur Dalian Natolu Kabanjahe, Minggu (26/9) sekira pukul 21.00 WIB.

Tak butuh waktu lama, satu jam kemudian, penadahnya, DP, pun berhasil ditangkap petugas.

Kedua pelaku mengaku sangat menyesali perbuatan mereka. Salah kali kami pak, tak tahu kami kalau itu sangat penting, menyesal kami ngambilnya, ujar pelaku di depan petugas saat dilakukan pemeriksaan.

Mendengar penangkapan para pencuri baterai seismograph itu, emosi warga pun langsung tersulut. Tersangka hampir saja dimassakan warga, karena mereka menganggap aksi pelaku dapat berdampak buruk bagi kehidupan penduduk.

Sementara, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiganya kini terpaksa mendekam di sel Mapolsek Payung. (kp/reg)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: