Status Sinabung turun menjadi SIAGA

Status gunung Sinabung turun menjadi SIAGA. (KAROPress/Adhif)

Kabanjahe (KAROPress)

Status Gunung Sinabung diturunkan satu level menjadi Level III atau SIAGA setelah lebih tiga pekan menyandang status level tertinggi, AWAS. Hal ini diputuskan setelah melalui rapat marathon seluruh tim penanggulangan Gunung Sinabung.

Setelah melalui rapat marathon dengan tim Sinabung, mulai hari ini, aktivitas Gunung Sinabung statusnya diturunkan dari AWAS menjadi SIAGA, ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, kepada KAROPress, saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (23/09/2010).

Dikatakannya, semua pengungsi diperbolehkan kembali ke rumahnya masing-masing dan melakukan kegiatan seperti biasa, kecuali tiga desa yang berada kurang 3.5 Km dari titik erupsi, masing-masing desa Simacem dan desa Bakerah, keduanya kecamatan Naman Teran serta desa Suka Meriah kecamatan Payung.

Semua pengungsi boleh kembali kerumah masing-masing dan melakukan kegiatan seperti biasa, kecuali desa Bakerah, Simacem dan Suka Meriah karena berada di mulut lembah, katanya.

Untuk itu, pada jangka pendek ini, dalam status Siaga, ketiga desa tersebut tidak layak huni karena terdapat ancaman bahaya erupsi Gunung Sinabung.

Pada jangka menengah, jikapun nanti status diturunkan dari Siaga ke status lebih rendah, masyarakat ketiga desa itu harus tetap waspada jika terjadi erupsi freatik tanpa diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan atau ancaman banjir lahar jika terdapat penumpukan material di sekitar puncak Sinabung terkena hujan lebat.

Sementara, pada jangka panjang, PVMBG meminta untuk merelokasi pemukiman dan aktifitas penduduk ketiga desa tersebut agar keluar dari radius 3.5 Km dan jauh dari mulut lembah.

Perubahan status Gunung Sinabung ini berlaku sejak tanggal 23 September 2010 pukul 03.50 WIB berdasarkan data visual dan kegempaan, yang menunjukkan bahwa tidak terdeteksi gas-gas berbahaya bagi kehidupan jarak sekitar 3 km dari puncak Gunung Sinabung.

Kemudian, ancaman bahaya erupsi Gunung Sinabung berupa abu vulkanik yang menyebar bergantung arah dan kecepatan angin dan lontaran lava pijar dalam radius kurang dari 3 Km dari titik erupsi serta aktifitas vulkanik Sinabung menunjukan penurunan berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, deformasi dan konsentrasi SO2.

Gunung Sinabung telah mengalami letusan besar sebanyak 8 kali ini, sejak letusan pertama Jumat (27/7) pukul 18.30 WIB lalu. Status AWAS atau level IV ditetapkan sejak terjadinya letusan kedua, Sabtu (28/8) pada Pukul 23. 50 WIB. Akibatnya, warga yang diungsikan dalam radius 6 Km sebanyak 29 desa, lebih dari 30.000 jiwa. (kp/adm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: