Pengungsi Sinabung alami gangguan psikologis

Status gunung Sinabung masih AWAS. (KAROPress/Adhif)

Kabanjahe (KAROPress)

Puluhan ribu pengungsi Gunung Sinabung terancam akan mengalami gangguan psikologis. Hal ini terlihat dari efek trauma yang diderita pengungsi pasca meletusnya gunung tertinggi di Sumatera Utara ini.

“Setiap ada mobil besar yang melintas saja, saya ketakutan dan setiap saat tidak bisa tenang. Perasaan selalu dihantui bahwa Gunung Sinabung akan meletus,” aku Nd. Prinsip Bangun (52), warga desa Payung Kecamatan Payung, kepada KAROPress di posko pengungsian Jambur Adil Makmur Kabanjahe, Rabu (15/09/2010).

Dikatakannya, kekhawatirannya itu acap kali mencuat saat mendengar suara-suara yang menyerupai gemuruh. Apalagi, Kabanjahe yang belakangan ini kerap kali diguyur hujan deras mengakibatkan pengungsi ketakutan saat mendengar suara petir.

“Bukan hanya saya saja. Namun, semua kami disini merasakan hal itu. Kalau hiburan, terkadang ada keyboard yang datang sesekali,” katanya.

Namun, meski pengungsi dilanda trauma, hal ini belum mendapatkan perhatian khusus dari Pemkab Karo. Padahal, Menkes RI, Endang Rahayu Sedyaningsih, pernah meminta agar psikologis korban Gunung Sinabung ditangani psikiater. Pasalnya, efek letusan Sinabung bagi bisa mempengaruhi mental warga.

Petugas Posko Pengungsi di Jambur Adil Makmur, Suryati br Sembiring, mengatakan, belum pernah ada psikiater yang mengunjungi korban letusan Sinabung tersebut. Padahal, posko ini menampung 3.127 jiwa pengungsi, terbanyak kedua di Jambur Lige.

“Yang pernah datang dari gereja-gereja, seperti kemarin dari gereja bethel. Biasanya diisi dengan ceramah-ceramah dari pendeta. Kalau dari pemkab, belum ada,” ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi posko penampungan terbanyak menampung pengungsi Sinabung, di Jambur Lige Kabanjahe. Posko yang menampung 3.200 jiwa ini juga belum pernah dikunjungi psikiater. Ironisnya, ditempat ini terdapat penderita sakit jiwa yang pernah mengamuk diantara pengungsi.

“Ada pengungsi yang memang mengalami gangguan jiwa. Namun, sejak berada di pengungsian, sakitnya semakin parah. Ia pernah mengamuk ditengah malam,” ujar koordinator pengungsi desa Berastepu Kecamatan Simpang Empat, Iket Ginting (43), kepada KAROPress, di Jambur Lige Kabanjahe..

Warga tersebut bernama Edison Sitepu juga warga desa Berastepu Kecamatan Simpang Empat. Ia seringkali membuat takut petugas medis karena datang ke posko kesehatan dimalam hari tanpa alasan yang jelas. Ia juga sering mengamuk dan menjadikan sesuatu yang dipegangnya seolah-olah menjadi telepon selular.

“Padahal yang dipegangnya kadang kalkulator, kayu atau apa saja. Kondisinya makin parah setelah berada di pengungsian ini. Ia sepertinya benar-benar tertekan. Kami sudah lapor panitia. Karena masih bisa ditangani, dibiarkan disini. Tapi, kalau psikiater, belum belum pernah datang kemari,” kata Ginting.

Sementara, Meyna Br Sembiring (40), warga desa Guru Kinayan kecamatan Payung, mengatakan dia juga seringkali mengalami pusing dan rasa takut yang berlebihan. Sama dengan rekan-rekannya yang lain, rasa takut itu muncul saat mendengar suara yang bergemuruh.

“Detik-detik saat Sinabung itu meletus masih terbayang jelas. Kalau dengar suara mobil lewat atau yang bergemuruh, saya langsung takut. Ini saya juga lagi sakit sejak berada di pengungsian, baru berobat dari Rumah Sakit Umum Kabanjahe,” katanya.

Catatan KAROPress, ada beberapa kali psikiater mengunjungi posko pengungsian. Namun, hanya dalam waktu yang singkat dan tidak merata di semua posko. Seperti pabrik salah satu minuman mineral di Berastagi yang bekerjasama dengan Humanika Solution Consulting selama tiga hari sejak Jumat (9/3) dan Rumah Sakit Jiwa Medan, dua hari, sejak Jumat (10/9). (kp/reg)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: