Karo akan diguncang gempa besar ?

Letusan ketiga Gunung Sinabung, Senin (30/08/2010). (KAROPress/Adhif)

Medan (KAROPress)

Pakar geologi menilai letusan Gunung Sinabung tidak akan paroksismal (letusan dashyat yang mengeluarkan material besar). Namun letusannya diperkirakan merupakan pertanda kemungkinan bakal terjadinya gempa besar di Kabupaten Karo.
Sekarang ini sudah mulai ada penurunan energi di Gunung Sinabung. Jadi kalaupun masih akan ada letusan lagi, mungkin hanya letusan kecil yang mengeluarkan debu vulkanik dan sedikit lava, kata ketua dewan pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut-Aceh, Jonathan Tarigan.

Jonathan yang sudah meninjau langsung ke Gunung Sinabung menjelaskan, puncak letusan yang mengeluarkan lava Gunung Sinabung sudah terjadi pada Sabtu (28/8) malam sampai Minggu dini hari. Setelah sebelumnya mulai Jumat (27/8) malam gunung api tersebut sudah mulai menyemburkan debu vulkanik bercampur uap air.

Menurut Jonathan, letusan tersebut terjadi karena adanya penyumbatan di bagian pipa kepundan gunung. Sehingga gas muncul akibat ketika terjadinya guncangan di dapur magma mendesak keluar dan memuntahkan penyumbatan tersebut keluar.

Namun ternyata guncangan kuat dapur magma tersebut tidak terasa oleh warga di sekitar Gunung Sinabung. Karena itu, Jonathan menilai, guncangan itu diakibatkan pergerakan lempeng tektonik dengan kedalaman sangat jauh dibawah tanah.

Hal itu bisa menjawab pertanyaan, kenapa Gunung Sinabung yang sudah lama diam, tiba-tiba saja beraktifitas. Bahkan tanpa bisa diperkirakan sebelumnya, katanya.

Jonathan khawatir, letusan Gunung Sinabung bisa saja menjadi pertanda bahwa gempa besar karo dengan masa perulangan setiap 70 tahun bakal segera terjadi. Dimana sebelumnya Karo pernah diguncang gempa dengan kekuatan 7,2 SR pada 1936 lalu yang meluluhlantakkan Karo dan mengguncang kabupaten/kota disekitarnya. Apalagi memang sekarang ini sudah memasuki masa siklus 70-80 tahunan gempa Karo, katanya

Kejadian serupa, menurut Jonathan, pernah terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), dimana pada 2005 lalu, Gunung Talang tiba-tiba saja beraktifitas seperti Gunung Sinabung kali ini. Setelah itu, Sumbar diguncang dua gempa besar pada 2006 dan 2008 lalu memakan banyak korban jiwa.

Ketika itu terjadi aktifitas di Gunung Talang saya sudah memprediksikan bahwa itu tanda-tanda bakal terjadi gempa besar. Namun langsung dibantah oleh banyak ahli geologi lain dari Pulau Jawa. Sehingga tidak langsung diantisipasi, katanya.

Karena itu, Jonathan memperingatkan pemerintah untuk segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan penanggulangan bencana, untuk memperkecil kemungkinan jatuhnya korban jiwa jika gempa besar Karo benar-benar terjadi.

Gempa pasti terjadi dan tidak bisa dihindari. Karena itu yang diperlukan, langkah-langkah antisipasi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, katanya. (kp/wol)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: