Sekolah di SMAN 1 Berastagi butuh Rp 3,4 juta per tahun

Kabanjahe (KAROPress)

LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Karo mendesak Kepala Sekolah (Kepsek) Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMA Negeri 1 Berastagi, Alberto Coli, agar transparan dalam penetapan besarnya biaya uang sekolah.

Biaya yang dikeluarkan oleh siswa yang baru masuk ke sekolah tersebut jauh melebihi SMAN lain pada umumnya. Bahkan, biaya di SMAN 1 Berastagi setara dengan biaya kuliah di perguruan tinggi, ujar Bupati LIRA, Kabupaten Karo, Aditya Sebayang, di Kabanjahe, Kamis (19/08/2010).

Dikatakannya, untuk TA 2010/2011, setiap siswa dikenakan uang pembangunan sebesar Rp 1 juta dan uang sekolah Rp 200.000 per bulannya. Padahal, biaya sekolah di SMAN lainnya di Karo hanya berkisar antara Rp 25.000 sampai Rp 35.000 per bulan dan tanpa dibebani uang pembangunan.

Jadi, setahun orang tua siswa harus mengeluarkan biaya uang pembangunan Rp. 1 juta ditambah uang sekolah Rp. 2,4 juta sehingga setara dengan biaya kuliah di Perguruan Tinggi selama satu tahun, katanya.

Untuk tahun ajaran 2010/2011, siswa baru di sekolah ini berjumlah 224 siswa. Sehingga, kalau ditotal, pendapatan sekolah mencapai Rp. 224 juta dari uang pembangunan ditambah Rp. 537,6 juta dari uang sekolah.

Biaya yang begitu mahal di RSBI Negeri 1 Berastagi, padahal dari Pemerintah Pusat ada bantuan Rp 300 juta bagi setiap sekolah RSBI, tukasnya.

Berdasarkan hasil temuan LIRA di lapangan, dalam mengambil kebijakan tentang besarnya jumlah pemungutan biaya uang sekolah, pihak SMAN 1 Berastagi tidak melibatkan orang tua siswa. Sehingga menimbulkan kerancuan bagi sebagian kalangan lain.

Selain itu, LIRA juga sempat menyoroti kontoversi status RSBI sekolah itu. SMAN ! Berastagi dikatakan terancam dikeluarkan dari RSBI setalah tidak diundang Kementerian Pendidikan Nasional Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah pada Workshop Pengelola Rintisan SMA Bertaraf Internasional yang berakhir 5 Agustus lalu.

Kepala Sekolah, Alberto Colia yang dikonfirmasi mengenai hal ini, mengatakan, mengenai pengutipan terhadap siswa baru tersebut, dia mengakui adanya pengutipan uang sekolah sebesar Rp. 200.000/bulan dan uang pembangunan sebesar 1 juta rupiah. Dia juga mengakui tidak melibatkan Komite sekolah dalam menetapkan besarnya pungutan tersebut.

SMA N 1 menjalankan program RSBI maka dalam menetapkan biaya-biaya yang dikenakan terhadap siswa, kami bersifat mandiri, tanpa perlu melibatkan Komite sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo pungkasnya. (kp/reg)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: