Kasus dugaan keterangan palsu di PN Kabanjahe belum tuntas

Kabanjahe (KAROPress)

Meski telah empat bulan berlalu, penanganan kasus atas dugaan sumpah dan pemberian keterangan palsu yang dilaporkan Makmur Barus (33), warga Jalan Mariam Ginting kelurahan Gung Leto Kabanjahe, terhadap tersangka, KB (77), warga Jalan Sudirman Kabanjahe, bersama empat orang rekannya belum mendapatkan titik terang.

KB bersama empat orang rekannya diduga telah memberikan sumpah dan keterangan palsu atas kasus perdata No. 40/Pdt.G/2007PN.Kbj di Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe dengan objek perkara tanah dan bangunan yang dikenal dengan nama Jambur Lige di Jalan Mariam Ginting yang luasnya 500 m.

Kapolres Karo melalui Kasat Serse AKP Lukmin Siregar yang dikonfirmasi melalui ponselnya mengenai hal ini, Senin (19/04/2010), mengaku, pihaknya telah memeriksa KB bersama empat rekannya atas kasus sumpah dan keterangan palsu.

Dalam penanganan kasus itu, katanya, pihaknya telah melayangkan surat kepada PN Kabanjahe meminta berita acara persidangan dalam perkara No. 40/Pdt.t/2007/PN Kabanjahe, namun hal itu tidak dapat dipenuhi pihak PN Kabanjahe.

Berkas perkara itu telah dilimpahkan ke PN Kabanjahe. Namun, masih P19 dan hal itu harus dilengkapi sesuai dengan petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara itu, ujarnya.

JPU, M br Surbakti yang ditemui diruang kerjanya, membenarkan pihaknya telah menerima berkas perkara berinisial KB dan empat orang temannya. Namun, masih P19 dan hal itu harus dilengkapi oleh penyidik Polres Karo, katanya.

Ketua PN Kabanjahe, Bontor Aruan, juga mengakui pihaknya telah menerima surat permintaan berita acara persidangan dalam perkara No 40/Pdt.G/2007/PN Kabanjahe dari Kapolres Karo. Namun, pihaknya tidak dapat memberikannya.

Sesuai pasal 16 keputusan Ma RI Nomor 144/KMA/SK/VIII/2007 tentang keterbukaan informasi di Pengadilan bahwa berita acara persidangan di dalam perkara No 40/Pdt.G/2007/PN. Kbj tidak termasuk yang dapat diberikan. Sedangkan fotocopy salinan putusan No 40/Pdt G/2007/PN Kbj tetap dapat diberikan, katanya.

Sebelumnya, putusan PN Kabanjahe No 40/Pdt.G/2007/PN Kbj tertanggal 29 Januari 2008 silam, yang diketuai Leonardus Butar-Butar, R Leony Manullang dan Citra Dewi Nasution dengan panitera pengganti Sri Budiwaty Purba memenangkan objek perkara tanah seluas 500 m yang diduga salah objek yang digugat oleh penggugat Mayam br Purba.

Pihak termohon selanjutnya mendatangi kantor Ketua PN Kabanjahe, Bontor Aruan, agar mempertimbangkan putusan PN Kabanjahe No/Pdt.G/2007/PN.Kbj tertanggal 29 Januari 2008 Jo putusan Mahkamah Agung RI No 791 K/Pdt/2009 tanggal 30 Juli 2009 untuk menunda mengeksekusi objek perkara tanah seluas 500 m.

Pihak termohon, Jenda Kita br Barus, mengaku, tanah dan bangunan yang saat ini dijadikan lokasi Jambur Lige ini, dibeli kakeknya dari Nimbang Brahmana secara sah menurut hukum dan adat Karo dihadapan Raja Kelelong Sibayak Van Lingga dibawah register No 26/1937 tertanggal 24 April 1937.

Kemudian telah diterbitkan sertifikat hak milik No 202 oleh Badan Pertanahan atas dasar jual beli tersebut. Tapi, akibat putusan PN Kabanjahe tersebut, menyebabkan termohon merasa dirugikan senilai Rp 6,8 miliar karena diduga tersangka KB dan empat orang temannya sebagai saksi dalam kasus itu memberikan sumpah dan keterangan palsu. (kp/reg)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: