SDM Bidang Pariwisata di Karo Masih Tertinggal

Kabanjahe (KAROPress)

Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pariwisata di Indonesia, khususnya kabupaten Karo dinilai masih tertinggal. Dalam bidang jasa pelayanan, saat negara lain sudah mengarah ke tingkat kepedulian (customer care), Karo yang merupakan Daerah Tujuan Wisata (DTW) justru masih sulit mencapai pelayanan tingkat customer service.

“Dari dialog yang saya ikuti antara antara Indonesia, China, Vietnam mengenai Skills For Employability yang diprakarsai British Council di Jakarta beberapa hari yang lalu, saya persepsikan kita masih jauh ketinggalan,” ujar ketua Badan Koordinasi Sertifikasi Pekerja (BKSP) Provinsi Bangka Belitung, Mimpin Sitepu, saat berbincang-bincang dengan KAROPress di Kabanjahe, Rabu (17/03/2010).

Padahal, imbuhnya, sesuai dengan nature of business, kemampuan melayani dengan hati, agar konsumen merasa terambil hatinya (taking the heart) sangat penting diterapkan untuk menghadirkan kepuasan kepada wisatawan didalam kunjungannya ke suatu daerah.

Kepedulian (customer care) adalah sesuatu pelayanan yang diberikan, bahkan sampai melewati harapan pelanggan, hingga mereka merasa bahwa kita merupakan bagian hidupnya. Sementara, SDM yang tersedia saat ini, untuk memenuhi tingkat melayani pelanggan saja pun belum sesuai harapan.

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan memasukkan pekerja kedalam pelatihan yang berbasis kompetensi (Competency Based Education and Training) yang disepakati oleh pemerintah sebagai regulator, pengusaha dan pekerja itu sendiri, tuturnya.

Apalagi, kata Dosen Manajemen Sumber Daya Manusia berbagai perguruan tinggi di Babel ini, dengan ditandatanganinya Mutual Recognition Arrangement (MRA) oleh negara-negara anggota ASEAN, beberapa waktu lalau, suka atau tidak, siap atau tidak siap, Indonesia harus mampu melaksanakan kesepakatan itu.

SDM tersebut seharusnya dipersiapkan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam MRA. Sehingga, pekerja memiliki kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang biro perjalanan wisata, hotel dan restauran.

Inilah salah satu kunci keberhasilan dalam menghadapi liberalisasi pariwisata. Akan tetapi, faktor ini pula yang kelihatannya kita sering lupa mempersiapkannya dengan baik, pungkas Mimpin Sitepu, yang merupakan pasangan Sumbul Sembiring Depari pada Pilkada Karo mendatang. (kp/reg)

One Response to SDM Bidang Pariwisata di Karo Masih Tertinggal

  1. Debsi says:

    It’s a good point.
    But, I think that it’s not just a preface anymore in Karo Land.
    We need the action…

    My suggestion: Have we ever thought about Sekolah Parisiwisata or SMK in Tanah Karo might be able to do their part to equip the students about Custome Care???If so, then what??/

    Thank you – Love Karo Land….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: