Jembatan bersejarah di Karo terancam ambruk

Sejumlah kendaraan tampak melintas di tepi lubang yang menganga di jembatan tersebut. (KAROPress/adhif)

Kabanjahe (KAROPress)

Jembatan Tigapancur, sarana jalan kabupaten yang terletak di kecamatan Simpang Empat kabupaten Karo terancam ambruk. Dilihat dari kondisinya, usia jembatan penghubung kecamatan Simpang Empat, Payung, Tiganderket, Kutabuluh ke Kabanjahe itu hanya tinggal menunggu waktu.

Pantauan KAROPress, Selasa (21/12), lubang besar yang terdapat di sebelah kanan jembatan menuju kecamatan Payung dari arah Kabanjahe ini dikuatirkan akan menggerus fundamen jembatan ke dasar sungai Benuken yang bermuara ke DAS Lau Biang.

Reken Tarigan (55), warga desa Batukarang kecamatan Payung mengatakan, jembatan yang diperhitungkan berusia 120 tahun dengan lebar empat meter dan panjang sepuluh meter meter itu belum pernah mendapat perbaikan yang memadai.

Ironisnya, baik badan jembatan maupun dindingnya yang terbuat dari besi sudah tidak layak lagi sebagai pengaman pengendara kendaraan, termasuk sebagian besar pagar jembatan sudah tidak ada lagi. Sehingga jembatan itu sangat rawan bagi pengendara apalagi bagi yang melintas di malam hari.

Bila hal ini tidak segera disikapi dinas terkait, lubang tersebut akan membesar dan akan menggerus dinding dasar jembatan. Untuk itu Dinas PUD Karo harus turun ke lapangan melihat kondisi jalan, sebelum kondisi jembatan bertambah parah, ujar Reken.

Bersejarah

Jembatan yang dibangun oleh kolonial Belanda sekitar tahun 1889 itu juga banyak menyimpan sejarah. Jembatan itu merupakan sarana alternatif ke kecamatan Tigabinanga, Juhar, Laubaleng dan Mardinding (Singalor Lau) saat jembatan di desa Kandibata kecamatan Kabanjahe dirusak oleh Belanda ketika tentara Jepang datang menyerang Belanda ke Karo tahun 1942.

Dalam sejarah perjuangan agresi Militer Belanda II, jembatan Tigapancur inisulit ditembus Belanda. Ini karena jembatan itu merupakan benteng satuan Barisan Harimau Liar pimpinan Mayor Payung Bangun, Mayor Selamat Ginting pimpinan Napindo Halilintar dan Mayor Djamin Ginting pimpinan Tentara Keamanan Rakyat.

Sementara, Ketua Komisi B DPRD Karo, Frans Dante Ginting meminta Pemkab Karo memperhatikan prioritas sektor pembangunan. Menurutnya, jembatan Tigapancur yang kondisinya sangat memprihatinkan, mendesak mendapat perbaikan.

Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut, dikuatirkan jembatan yang vital bagi empat kecamatan itu akan ambruk, terlebih saat ini intensitas curah hujan sedang tinggi di wilayah Karo, pungkas Dante. (kpa/bu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: