Karena berjilbab, gagal ujian CPNS di Pemkab Karo

Kabanjahe (KAROPress)

Kebebasan melaksanan kewajiban umat beragama di negara ini kembali terusik. Pasalnya, Siti Aisyah br Pinem (34), warga Jalan Siki Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo Sumatera Utara, gagal mengikuti ujian CPNS Pemkab Karo karena tidak lulus dalam seleksi berkas hanya karena dirinya bersikukuh untuk mengenakan jilbab di pasfotonya.

Siti mengaku, hal tersebut diketahuinya setelah menerima surat pemberitahuan yang ditanda tangani Sekdakab Karo, Makmur Ginting mengatas namakan Bupati Karo melalui jasa pos, Rabu (18/11). Dalam surat tersebut dijelaskan, dirinya gagal dalam seleksi berkas sebagai peserta CPNS karena melampirkan paspoto yang menggunakan jilbab.

Dalam surat itu dinyatakan, penyebab kegagalan saya karena mengirimkan pasfoto hitam putih ukuran 3 x 4 cm yang menggunakan penutup kepala, aku Siti yang didampingi suaminya, Tuah Aman, S.Ag SH kepada KAROPress, Kamis (19/11), di Kabanjahe.

Alumni IAIN Fakultas Tarbiyah tahun 1999 ini mengatakan, ia mengajukan lamaran menjadi CPNS untuk menjadi tenaga guru Pendidikan Agama Islam di Pemkab Karo tertanggal 12 November dan cap pos 13 November lalu.

Siti mengaku tahu tentang adanya syarat yang menyatakan pasfoto yang dilampirkan dalam berkas tanpa penutup kepala. Namun, ia merasa hal itu bukan bersifat mutlak dan memilih untuk mengirimkan pasfotonya yang mengenakan jilbab. Karena kesehariannya juga dia memakai jilbab sebagaimana yang diwajibkan dalam ajaran agama yang dia anut.

“Saya tak menyangka ternyata karena pasfoto yang berjilbab, saya gagal mengikuti ujian. Padahal, jilbab itu murni ajaran agama yang diwajibkan dan pelaksanaannya telah jelas dijamin undang-undang,” tuturnya.

Menurut Siti, kebijakan seperti ini akan membuat muslimah kehilangan hak sebagai warga negara yang konsisten terhadap syariah yang diwajibkan agama. Dia berharap kebijakan tersebut bisa dirubah pada periode mendatang.

“Saya tidak menyesal gagal karena memakai jilbab. Ini hanya urusan duniawi saja. Saya akan tetap menjaga akidah dan melaksanakan ajaran agama saya untuk menutup aurat dari non muhrim yang notabene urusan dunia dan akhirat yang tak bias ditawar-tawar lagi,” pungkasnya.

Sekdakab Karo, Makmur Ginting, yang coba dikonfirmasi terkait hal ini, sedang tidak berada di tempat. Sementara itu, salah seorang panitia, Daud Sembiring, mengatakan, ketentuan tersebut berlaku secara nasional.

“Kalau ada di kebijakan berbeda di daerah lain, itu kami tidak tau,” ujar Kabid Diklat pada Badan Kepegawaian Daerah Karo ini.
(reg)

5 Responses to Karena berjilbab, gagal ujian CPNS di Pemkab Karo

  1. Bagaskara says:

    salut buat ibu Siti Aisyah br Pinem, semoga Allah melimpahkan rezeki yang berlimpah kepada Ibu dan keluarga…
    Amiin ya robbal alamin

  2. james says:

    persoalan ini hendaknya jgn dikaitkan dgn agama,sebab memungkinkan terjadinya konflik horizontal.Kebijaksanaan pemerintahlah yg seharusnya dipertanyakan dlm hal ini.saran saya…berikanlah apa yg menjadi kepunyaan pemerintah kpd pemerintah,dan berikan jg apa yg menjadi kepunyaan Tuhan kpd Tuhan.

  3. Tarigan says:

    dalam ujian tingkat nasional mmng harus begitu, klo tidak mau ya jgn ikut dan jgn ribut.

  4. Pingback: Larang jilbab, Pemkab Karo langgar UUD 1945 « KAROPress

  5. the riza de kasela says:

    Salut buat Siti
    Semoga jilbabnya terus dipertahankan
    Pasti Allah ingin memberi rizki dengan cara lain
    Kenapa harus jadi PNS?
    ______________________________________________
    Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: