Anggota DPRD Karo : Abednego Sembiring, figur Bupati Karo 2010-2015

Kabanjahe (KAROPress)

Anggota DPRD Karo, Kite Malem Peranginangin, menyatakan sosok ataupun figur ke depan untuk menjadi orang nomor satu di Karo yang dibutuhkan masyarakat harus mimilki karakter bersifat teladan, tegas, tangkas dan memahami situasi teritorial.

Teladan, maksudnya sang pemimpin itu harus bisa menjadi contoh dalam arti perbuatan dan tindakannya yang berpihak ke masyarakat banyak. Tegas dalam arti berani bersikap dan punya perencanaan yang matang dalam agenda membangun daerah berdasarkan sektor prioritas dan sektor susulan. Tangkas artinya harus punya wawasan intelektual dan latar pendidikan yang memadai. Teritorial artinya harus mengetahui seluk-beluk kondisi daerah atau potensi wilayah, ujarnya kepada wartawan di Kabanjahe, Kamis (27/08/2009).

Menurutnya, Kol Inf Abednego Sembiring yang juga Staf ahli Panglima TNI bidang ekonomi itu salah satu figur yang tepat untuk menjadi Bupati Karo 2010-2015 apalagi saat ini mulai maraknya bursa pra Pilkada Karo belakangan ini, dengan munculnya sejumlah nama kandidat yang diusung maupun memunculkan diri sebagai bakal calon bupati atau calon wakil Bupati Karo periode 2010-2015 mendatang.

Abednego Sembiring asli putra kelahiran Kabanjahe, 9 November 1953 sangat betul tahu situasi daerah Karo,ungkapnya.

Disisi lain, katanya, sang pemimpin daerah Karo haruslah orang yang mampu mengutamakan kepentingan rakyat atau masyarakat dengan modal keteladanan yang selalu mendahulukan kebutuhan untuk pembangunan daerah di berbagai aspek sosial maupun ekonomi. Masyarakat Karo yang sejak dulu dikenal kritis dan serba dinamis yang didasari kultur-historis sebagai komunitas etos juang, hingga kini masih mengutamakan orang-orang yang bisa langsung berbuat dengan hasil nyata ketimbang hanya banyak bicara.

Sikap tegas, katanya, harus menjadi identitas seorang pemimpin daerah Karo sehingga daerah ini kelak akan memiliki nilai plus dan citra berbeda dari daerah lainnya. Dengan ketegasan itu diharapkan akan muncul barisan aparat pemerintahan yang bersih, khususnya bebas dan jauh dari aksi KKN, mulai dari jajaran struktural maupun fungsional di tingkat kabupaten hingga jajaran tingkat kecamatan dan seluruh desa.

Model kepemimpinan yang mampu membaca situasi jangka pendek maupun jangka panjang pada semua sektor pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan jangka pendek, lalu bisa ikut serta bersama pemerintah menjalankan atau melaksanakan pembangunan jangka menengah, plus memperoleh bekal lanjut untuk pembangunan atau kebutuhan jangka panjang.

Lalu, dengan pola teritorial, katanya, sang pemimpin karo masa depan mampu melakukan inventarisasi terhadap pengelolaan potensi daerah atau wilayah. Sehingga, untuk Tanah Karo yang merupakan salah satu sentra agribisnis, sang pemimpinnya mampu melaksanakan pembangunan yang sesuai dengan kondisi sosial ekonomi sub wilayah setempat. Misalnya, di daerah mana pembangunan infrastruktur pertanian harus diutamakan atau dikembangkan, di kawasan mana perlu dibangun pusat atau bursa bisnis hasil bumi seperti sayur-mayur atau buah-buahan, bagaimana pola penataan tata ruang kota untuk sektor bisnis atau pemerintahan. (reg)

2 Responses to Anggota DPRD Karo : Abednego Sembiring, figur Bupati Karo 2010-2015

  1. Tarigan says:

    kepada Pak Abednego Sembiring
    Tolong diajari tata krama kepada Tim Sukses anda, khususnya yang berlokasi di Simpang Enam Kabanjahe.
    Mereka sangat arogan. Saya tadi memperhatikan ada dua orang yang coba memasang plank di sebelah poster anda di Simp. Enam kabanjahe. Tapi, TS anda melarang mereka untuk memasang plank tersebut dengan alasan menghalangi poster bapak itu.
    Padahal sepenglihatan saya, plank tersebut sama sekali tidak menghalangi poster anda karena plank itu dipasang kaki, sehingga agak tinggi. Sementara poster anda berada diatas tanah. Jadi, posisinya, plank itu diatas, poster anda dibawah. Jadi, tidak menggangu.
    Kemudian, plank itu hanya disebelah poster anda, BUKAN membelakangi poster anda.
    Sebagai catatan bapak, plank itu bukan milik saingan bapak di Pilkada Karo, tapi merupakan milik sebuah instansi pemerintah (saya tidak dapat melihat secara pasti karena agak gelap, tapi terbaca ada kata Kementerian).
    Bagaimana mungkin bapak bisa menjadi Bupati Karo, kalau TS bapak melarang sebuah instansi melakukan haknya, karena plank itu dipasang di pinggir jalan yang notabene milik pemerintah.
    Kemudian, apabila bapak membiarkan TS bapak berlaku arogan, perjuangan bapak untuk menang di Karo kecil. Kenapa? Karena masyarakat cenderung sudah sakit hati dengan anda. Karena TS anda merupakan gambaran anda sendiri dimasyarakat.
    Keluhan ini saya buat karena rasa kasihan saya dengan mereka yang telah bekerja dari sore hingga malam. Lubang telah digali, tingga memasukkan. Tapi, disinilah TS bapak itu melarang mereka.
    Kalau memang mereka berhak melarang, kenapa tidak melarang dari sebelum pemasangan. Soalnya, mereka juga melihat disaat pengerjaan itu dilakukan.
    Terima kasih…
    Salam ibas aku nari, mantan pendukungndu..
    R. Tarigan

  2. rommy fernando says:

    memang betul sosok dari bpk abed sangat di butuhkan di tanah karo simalen enda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: